Jumaat, 7 Januari 2011

SEDIH...Kerisauan Hati Seorang Ibu

Detik masa terus berlalu tanpa menanti sesiapa dan semakin hari umur kita pun akan meningkat bersama pengedaran masa. Kita semua dilahirkan di dunia ini melalui seorang yang bernama ibu. Begitu besar peranan dan jasa insan yang bernama ibu ini. Oleh itu renungkanlah sejenak apakah yang telah kita lakukan untuk membalas segala budi ibu ini. Sekurang-kurangnya peluk dan ciumlah ibu masing-masing yang dapat berjumpa atau sekurang-kurangnya telefon ibu bagi mereka yang duduk berjauhan.HAYATILAH CERITA INI...

Pagi-pagi Sang Ibu sukar sekali membangunkan anaknya untuk sekolah, Dengan sedikit suara keras, akhirnya terbangun pula sang anak dari katil terbangun dari buaian mimpi indahnya,
Dengan cinta dan kasih sayangnya memasak hidangan pagi untuk sarapan sang buah hati tersayang, tapi sang anak tidak sedikitpun menyentuhnya dan seraya bergegas berangkat ke sekolah.
Dengan tatapan cinta sang ibu menghantar anaknya sampai depan pintu rumah, tetapi tak ada salam apapun yang keluar dari mulut sang anak, hanya doa sang ibu menghantar pemergian anaknya ke sekolah.
Dengan peluh di wajah menghela nafas yang berat kembali meneruskan tugas dan kerjaan rumahnya, menanti waktu yang akan berganti siang.
Sarapan Pagi pun dinikmati seorang diri, sarapan pagi dimakan siang, dan kembali memasak masakan untuk buah hati tercinta selepas pulang sekolah.
Terdengar pintu rumah terbanting keras, Sang anak bergegas masuk bilik, dan tidak ada kata-kata manis untuk ibunya yang menantinya makan siang. Hanya ucapan ketus "Aku Sudah Kenyang pergi Makan bersama Rakan-rakan" ... Kembali Sang Ibu dengan sabarnya meneruskan pekerjaan rumahnya. Sang anak tidak keluar dari biliknya, asik bermain game dan berchating ria di depan komputernya.
Hati Sang Ibu hanya merintih: "sudah sedemikian jauhnyakah jarak antara aku dan anakku?"
Semua Greetings dan Pertanyaan Sang Ibu selalu dijawab ketus dan tanpa ada erti. bathin sang ibu merintih tersenyum pahit dan sang anak tertawa tak mengerti apa yang terjadi ....
Makanan siang dimakan malam hari oleh Sang Ibu. Kembali sang ibu tak berjumpa dengan anaknya yang telah keluar rumah dan baru pulang tengah malam nanti ...
Tertidur di sofa menanti kembalinya buah hati, dengan kerisauan dan kebimbangan di rauh wajahnya, tetapi sang anak tidak pernah melihat kerut di dahinya dan sembab di matanya kerana bergadang kerana menunggu anaknya kembali ke rumah. Sang anak dengan santainya masuk bilik tanpa perasaan apapun, dan meninggalkan sang ibu tanpa kata-kata ....
Siapapun orang tuanya, dan siapapun anaknya, sedarkah kita kejadian ini mungkin sering terjadi atau pernah terjadi pada diri setiap orang, tetapi ada satu hal yang perlu diingat. cubalah luangkan masa untuk orang yang kita cintai selagi mereka masih hidup, selagi kita masih memiliki orang yang kita sayangi. jangan sampai penyesalan datang belakangan.
Untuk orang tua Sayangilah anak anda, Kasihilah mereka bukalah pusat komunikasi dengan baik, jadilah kawan-kawan anda. Dan Untuk kanak-kanak, tataplah wajah orang tua anda, peluklah mereka rasakan jeritan hati mereka, dan katakan sayang kepada mereka sebelum semua itu menjadi penyesalan.
Ucapkan terima kasih pada apa yang telah diberikannya padamu.


Aku Masih Ingat

Aku masih ingat
dan akan terus ingat
sehingga akhir hayat
dulu engkau banyak menderita

aku masih ingat
dulu engkau banyak menangis
aku masih ingat
dulu engkau banyak berkorban
apa saja

aku masih ingat
dulu engkau berbalut ketabahan
membesarkan aku mengenal kemanusiaan
aku masih ingat
dulu engkau berlantaikan semangat
mengasuh aku menjadi insan beriman

aku masih ingat
dulu engkau berdinding kegigihan
mendidik aku menjadi anak soleh

aku masih ingat
dulu engkau merumahkan setia
memelihara aku dengan kasih sayang
menjadi manusia berguna

aku masih ingat….
aku masih ingat….
tak kan mudah aku lupa
karena jasamu tak terbalas semuanya
karena tak terenang sepenuhnya
di laut budimu

ibu……..!!!!
aku masih ingat
mengucapkan terima kasih
dan akan terus ingat melafazkannya
sehingga akhir hayat
aku masih ingat
segala yang murni itu…

Jangan lupew Follow,komen,like and share ok =)

0 ulasan:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...