Rabu, 5 Januari 2011

INSAF...Pamer Kasih Sayang Selagi Sempat

Ada seorang pengusaha muda yang pagi itu terburu-buru berangkat kantor karena ia bangun rada kesiangan. Sementara pagi itu ia ada meeting dengan rakan perniagaannya. Karena terburu-buru, ia tidak sempat menikmati sarapan pagi buatan isterinya. Ia lalu memutuskan untuk mampir ke sebuah kedai untuk membeli roti sebagai ganti sarapan pagi. Pikirnya, "Nanti roti ini dimakan di kantor saja".

Ketika ia sedang memilih roti yang hendak dibelinya, matanya tertarik mengamati seorang anak kecil berusia kira-kira sepuluh tahun yang sedang memilih bunga di toko sebelah. Anak kecil ini terlihat sedang tawar menawar harga bunga dengan pelayan kedai tersebut. "Mbak, harga bunga ini berapa?" tanyanya kepada pelayan kedai. "Lima puluh ribu rupiah", jawab sang pelayan. Kemudian ia memilih bunga yang lain dan bertanya kembali, "Kalau bunga yang ini berapa?". "Ini lebih mahal lagi, seratus lima puluh ribu ringgit!" jawab sang pelayan. "Kalau yang ini berapa?" tanyanya sambil menunjukkan bunga yang lebih bagus lagi. "Ini harganya dua ratus lima puluh ribu, nak!" jawab sang pelayan.

Anak ini kelihatan bingung kerana harga bunganya bertambah tinggi, sementara ia tidak menyedari bahawa bunga yang ia tunjuk itu bunga yang paling bagus. Dengan sedih ia bertanya, "Adakah bunga yang harganya lima ribu?" Anak ini ternyata hanya memiliki uang lima ribu rupiah walau keinginannya untuk mendapatkan bunga itu sangat besar. Belum sempat pelayan kedai itu menjawab, pengusaha muda ini akan bertanya kepada sang anak, "Nak, kamu mau beli bunga buat siapa?" Kemudian anak ini menjawab, "Saya mau beli bunga buat mama, karena hari ini mama ulang tahun!" Pengusaha muda ini tersentak, dalam hatinya ia berkata, "Wah. mati aku, aku lupa! Hari ini isteriku ulang tahun. Aku belum mengucapkan selamat ulang tahun kepadanya. Kalau sampai aku lupa, ia bisa marah!" Segera ia berkata kepada pelayan kedai, "Mbak, saya beli bunga ini. Saya beli dua ikat. Satunya buat anak ini. Tolong nanti antar bunga ini ke alamat rumah saya," katanya sambil memberikan kad namanya. Kemudian pengusaha muda itu memberikan bunga tersebut kepada sang anak dan mengucapkan terima kasih sudah mengingatkannya bahwa hari ini ternyata isterinya juga berulang tahun. Anak itu kemudian pergi. Pengusaha ini akan bergegas ke mobilnya dan melanjutkan perjalanan ke pejabat.

Ketika dia sedang memandu kereta, ia melewati anak kecil tadi sedang berjalan. Iapun berhenti dan bertanya apakah ia satu jurusan dengannya. Anak kecil itu mengiyakan dan kemudian masuk ke dalam keretanya. Sampai di suatu tempat yang agak sepi anak ini minta turun. Pengusaha muda tersebut heran melihat anak kecil ini masuk melewati sebuah lorong kecil. Karena penasaran, ia mengikuti sang anak dari belakang. Betapa terkejutnya ia ketika melihat anak kecil ini menaruh bunganya di sebuah gundukan tanah kuning yang masih basah. Kemudian ia bertanya, "Nak, ini kubur siapa?" Anak kecil itu kemudian menjawab, "Oom, hari ini mama ulang tahun. Tetapi sayang, mama baru saja meninggal dua hari yang lalu. Oleh sebab itu saya datang ke tempat ini untuk membawakan mama bunga dan mengucapkan selamat ulang tahun." Pengusaha muda begitu tersentak dengan perkataan anak ini. "Apakah isteriku masih hidup saat ini?" tanyanya dalam hati.

Segeralah ia berlari masuk ke mobil, mengendarainya dengan kecepatan tinggi dan menuju ke kedai tadi. Dengan termengah-mengah dia berkata kepada pelayan kedai, "Mana bunga yang tadi saya beli? Bunganya tidak usah dihantar, biar saya saja yang langsung memberikannya ke tangan isteri saya." Dengan cepat ia menyambar bunga tersebut dan menyetir pulang. Sampai di rumah, ia akan berlari mendapatkan isterinya. "Alhamdulilah! Isteriku masih hidup!" Sambil memberikan bunga ia berkata, "Isteriku, selamat ulang tahun". Kemudian ia mencium dan memeluk isterinya kuat-kuat sambil mengucap syukur kepada Allah SWT. Sambil menangis ia berkata, "Terima kasih, Ya Allah. Engkau masih memberikan kesempatan kedua kepadaku."

Banyak diantara kita terlalu sibuk dengan aktiviti sehari-hari. Kegiatan dan rutin ternyata sudah 'membunuh' perhatian dan momen-momen penting yang harus dinikmati bersama-sama orang-orang yang kita kasihi; orang tua, suami, isteri, anak-anak, dan saudara-saudara kita. Demi mengejar karier, wang dan jawatan bahkan perkhidmatan banyak orang melupakan keluarga. Seorang businessman hanya berfikir bahawa memenuhi keperluan bahan isteri dan anak-anak sudah membuatnya merasa menjadi ayah yang baik. Seorang manusia berfikir bahawa dengan sibuk dalam perkhidmatan dan dikenali di mana-mana sudah membuatnya merasa menjadi orang yang benar di dalam keluarganya. Kita tidak sedar, kita sudah salah jika berfikir demikian.

Hari ini, kalau kita masih diberi kesempatan untuk hidup semua hanyalah rahmat Allah SWT. Oleh sebab itu, jangan tunggu sampai besok untuk menunjukkan kasih dan sayang kita kepada orang-orang di sekitar kita, terutama orang-orang yang paling dekat dengan kita. Jangan tunggu mereka mati kita baru menyedarinya. Jangan tunggu sampai besok! Kerana kita tidak tahu apa yang akan terjadi dengan hari esok. Jika kita masih hidup pada hari ini bermakna ini kesempatan kedua buat kita. Ambil kesempatan kedua yang Allah kurniakan buat kita hari ini.

Jangan lupew Follow,komen,like and share ok =)

0 ulasan:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...