Jumaat, 31 Disember 2010

AKU HANYA BOLEH BERSABAR...

Tidak ada keberanian yang sempurna tanpa kesabaran. Sebab kesabaran adalah nafas yang menentukan lama tidaknya sebuah keberanian bertahan dalam diri seorang pahlawan. Maka dahulu ulama kita mengatakan: "Keberanian itu, sesungguhnya hanyalah kesabaran sesaat."


Risiko adalah cukai keberanian. Dan hanya kesabaran yang dapat membekal seorang yang berani dengan kemampuan untuk membayar cukai itu terus menerus. Dan itulah yang dimaksudkan Allah swt dalam firman-Nya: "Jika ada di antara kamu dua puluh orang penyabar, nescaya mereka akan mengalahkan dua ratus orang. Dan jika ada di antara kamu seratus orang (penyabar), nescaya mereka akan mengalahkan seribu orang kafir. "(QS. 8: 65).
Ada banyak pemberani yang tidak menamatkan hidup sebagai pemberani. Kerana mereka gagal menahan beban risiko. Jadi keberanian adalah aspek ekspansif dari kepahlawanan. Tapi kesabaran adalah aspek defensifnya. Kesabaran adalah daya tahan psikologi yang menentukan sejauh apa kita mampu membawa beban idealisme kepahlawanan, dan sekuat apa kita mampu survive dalam menghadapi tekanan hidup. Mereka yang memiliki sifat ini pastilah berbakat menjadi pemimpin besar. Coba simak firman Allah swt ini: "Dan Kami jadikan di antara mereka sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka bersabar dan mereka selalu yakin dengan ayat-ayat keterangan Kami." (QS. 32: 24).


Demikianlah kemudian ayat-ayat kesabaran turun beruntun dalam al-Quran dan dijelaskan dengan detil beserta contoh aplikasinya oleh Rasulullah saw, sampai-sampai Allah menempatkan kesabaran dalam kedudukan yang paling terhormat ketika Ia berkata: "Mintalah pertolongan dengan kesabaran dan solat. Sesungguhnya urusan ini amatlah berat kecuali bagi orang-orang yang khusyu '. " (QS. 2: 45)


Rahsianya adalah kerana kesabaran ibarat wanita yang melahirkan banyak sifat yang lain. Dari kesabaranlah lahir sifat santun. Dari kesabaran pula lahir kelembutan. Bukan hanya itu. Kemampuan menjaga rahsia juga lahir dari rahim kesabaran. Demikian pula berturut-turut lahir kesungguhan, kesinambungan dalam bekerja dan yang mungkin sangat penting adalah ketenangan.


Tapi kesabaran itu pahit. Semua kita tahu begitulah rasanya kesabaran itu. Dan begitulah suatu saat Rasulullah saw mengatakan kepada seorang wanita yang sedang menangisi kematian anaknya: "Sesungguhnya kesabaran itu hanya pada benturan yang pertama." (Bukhari dan Muslim).


Jadi, yang pahit dari kesabaran itu hanya permulaannya. Kesabaran pada benturan pertama menciptakan kekebalan pada benturan selanjutnya. "Mereka memanahku bertubi-tubi, sampai-sampai anak panah itu hanya menembusi panah," kata penyair Arab nombor wahid sepanjang sejarah, Al-Mutanabbi.


Mereka yang memiliki naluri kepahlawan dan keberanian, harus mengambil saham terbesar dari kesabaran. Mereka harus sabar dalam segala hal: dalam ketaatan, meninggalkan maksiat atau menghadapi cubaan. Dan dengan kesabaran yang tertinggi, "sampai akhirnya kesabaran itu sendiri yang gagal mengejar kesabarannya," kata Ibnul Qoyyim.
Jangan lupew Follow,komen,like and share ok =)

0 ulasan:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...